Home / OPINI

Minggu, 26 Desember 2021 - 12:06 WIB

Inovasi Media Pembelajaran Agama Islam Berbasis Augmented Reality Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Pada Sekolah Luar Biasa (SLB) Dalam Upaya Mewujudkan Generasi Yang Cerdas dan Bertaqwa

Saat ini dunia sedang mengalami perkembangan di berbagai bidang kehidupan, mulai dari bidang ekonomi, sosial budaya, pemerintahan, pertanian, serta pendidikan. Perkembangan ini ditandai dengan hadirnya Revolusi Industri 4.0 yang telah memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari, mulai dari bekerja sampai bersekolah. Salah satu perkembangan yang sangat signifikan terlihat pada bidang pendidikan.

Pendidikan merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam menunjang kehidupan seseorang di masa depan. Pendidikan diyakini menjadi sebuah acuan dalam menentukan hidup seseorang melalui bakat dan keahlian yang terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Pendidikan bisa terdiri dari pendidikan pengetahuan alam, pengetahuan sosial, sampai dengan pendidikan agama. Pendidikan agama merupakan salah satu pendidikan yang wajib dipelajari oleh setiap masyarakat dalam rangka menanamkan nilai-nilai ketaqwaan dan kebaikan sehingga menjadi penuntun dalam menjalani kehidupan.

Implementasi pendidikan agama di sekolah biasanya melibatkan berbagai media atau komponen tertentu untuk bisa mewujudkan pendidikan islami yang berkualitas. Penerapan pembelajaran agama islam misalnya dengan menggunakan buku baca tulis Al-Quran dan juga penggunaan media permainan agar mempermudah dalam memahami materi tentang islam. Maka dari itu, sangat penting untuk mengembangkan berbagai media pembelajaran agama islam yang inovatif dan mengikuti perkembangan zaman.

Sejauh ini media pembelajaran agama islam yang sudah diterapkan di sekolah menunjukkan keoptimalan dalam pelaksanaannya. Hal ini dibuktikan dari sebuah penelitian yang dilakukan pada beberapa sekolah dasar di pulau Jawa yang mengombinasikan penggunaan buku dan android dalam mewujudkan sistem pembelajaran agama islam yang mudah dimengerti dan mengikuti perkembangan zaman. Dari fakta tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran agama islam telah berhasil dilakukan oleh beberapa sekolah yang tersebar di Indonesia.

Namun sayangnya pembelajaran agama islam yang diterapkan ini tidak serta merta menunjukkan keberhasilan yang signifikan. Ternyata tidak seluruh jenjang sekolah di Indonesia dapat menyelenggarakan sistem pendidikan agama islam dengan optimal. Seperti yang diketahui bahwa Indonesia terdiri dari berbagai jenjang atau jenis sekolah, mulai dari sekolah yang konvensional sampai dengan sekolah luar biasa. Terutama hal ini terlihat dari penyelenggaraan pendidikan di sekolah luar biasa (SLB). Beberapa fakta menyebutkan bahwa pembelajaran agama islam yang dilakukan di SLB masih kurang berjalan optimal, sehingga nilai-nilai keagamaan yang ingin ditanamkan kepada anak belum terlaksana secara fundamental.

Sekolah luar biasa (SLB) merupakan sekolah inklusif yang menyediakan layanan bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) yang memiliki kekurangan, seperti gangguan kecerdasan intelektual dan adaptasi terhadap lingkungan atau yang sering disebut dengan tunagrahita, sehingga dengan adanya keterbatasan ini membuat anak memerlukan perhatian, perlakuan, serta metode pembelajaran yang ekstra, terutama terkait pengetahuan agama islam.

Berdasarkan riset dan pendataan yang dilakukan oleh Biro Pusat Statistik menunjukkan bahwa jumlah ABK pada tahun 2017 mencapai 1,6 juta jiwa. Tentunya ini merupakan angka yang cukup besar, sehingga membuat pemerintah terutama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus memberikan perhatian khusus akan hal tersebut, salah satunya adalah dengan mengupayakan media pembelajaran agama islam di sekolah luar biasa, karena pada prinsipnya pembelajaran agama ini sangat penting dilakukan sejak dini untuk mewujudkan generasi yang cerdas dan bertaqwa kepada Allah SWT.

Baca juga  Peran Pemuda Dalam Mencetak Peradaban

Implementasi yang dapat dilakukan misalnya dengan menggunakan media pembelajaran yang lebih efektif, terjangkau, dan memudahkan anak memahami materi yang diajarkan. Namun sayangnya sejauh ini media pembelajaran agama islam yang diterapkan untuk anak berkebutuhan khusus belum menunjukkan keberhasilan yang signifikan. Hal yang terjadi malah mengarah pada kemunduran motivasi belajar anak.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Oktavia dkk pada tahun 2014 menunjukkan bahwa adanya prevalensi yang cukup tinggi dari ketidakmampuan anak berkebutuhan khusus, terutama tuna grahita dalam memahami pembelajaran agama islam, seperti kesulitan membaca ayat Al-Quran hingga kurangnya kemampuan dalam memahami fiqih, akhlak, dan bahasa arab. Sehingga hal inilah yang menjadi perhatian khusus dari berbagai pihak.

Penggunaan teknologi merupakan salah satu upaya untuk mengatasi problematika kemunduran dalam penyelenggaraan sistem pendidikan agama islam di sekolah luar biasa. Penggunaan teknologi diyakini mampu memberikan perubahan dan menciptakan berbagai variasi pada pengembangan media pembelajaran, sehingga bisa meningkatkan pemahaman anak berkebutuhan khusus mengenai ilmu pengetahuan agama islam. Salah satu penggunaan teknologi yang dapat diterapkan adalah melalui teknologi Augmented Reality (AR).

Augmented Reality merupakan salah satu teknologi yang berkembang di era Revolusi Industri 4.0 sekarang ini. AR adalah teknologi yang menggabungkan dunia nyata dengan dunia maya dalam bentuk tiga dimensi yang diproyeksikan dalam lingkungan yang sebenarnya (nyata) pada waktu yang bersamaan. Riset menunjukkan bahwa pengembangan AR telah memberikan keoptimalan dalam sistem pendidikan karena terbukti telah meningkatkan pendidikan pada anak sekolah. Selain itu pada penelitian yang dilakukan oleh Mustaqim dan Kurniawan tahun 2017 menunjukkan bahwa pengembangan teknologi AR pada pendidikan sangat baik, tertama jika diterapkan dalam pembelajaran agama islam.

Pengembangan teknologi AR bisa dikembangkan melalui website, laptop, komputer. Namun sejauh ini belum terdapat pengembangan secara spesifik yang mengombinasikan antara teknologi AR dengan android pada media pembelajaran di sekolah luar biasa. Hal inilah yang memotivasi penulis untuk mengembangkan sebuah inovasi media pembelajaran agama islam bagi anak berkebutuhan khusus pada sekolah luar biasa (SLB) dalam upaya mewujudkan generasi yang cerdas dan bertaqwa.

Inovasi media pembelajaran berbasis AR yang ingin dikembangkan ini diberi nama Mahir.id, dimana pada implementasinya hanya membutuhkan android atau HP untuk menjalankan berbagai fitur pembelajaran agama islam untuk anak berkebutuhan khusus di SLB.

Tahapan awal perancangan aplikasi Mahir.id adalah dengan melakukan analisis kebutuhan untuk anak berkebutuhan khusus sehingga bisa memberikan efektivitas yang tepat guna. Kedua akan dilakukan proses perancangan atau desain aplikasi oleh penulis sebagai pemuda melalui kerjasama dengan pihak IT. Ketiga akan dilakukannya pengembangan rancangan sistem dalam bentuk pemprograman sampai menjadi sebuah aplikasi. Nantinya aplikasi ini akan tersedia pada Google Playstore yang dapat di-install dan di uji coba. Kemudian akan dilakukannya implementasi secara langsung pada anak berkebutuhan khusus di seluruh SLB yang ada di Indonesia dengan melibatkan peran orang tua, terutama guru untuk membantu siswa saat menggunakan aplikasi. Terakhir barulah dilakukannya evaluasi terkait pemeliharaan dan mengkaji kendala atau masalah yang mungkin muncul selama implementasi aplikasi Mahir.id.

 

Aplikasi Mahir.id melibatkan tiga komponen atau kategori pengguna, yaitu anak berkebutuhan khusus sebagai siswa, guru, dan juga orang tua, sehingga dibutuhkannya hubungan dan kerja sama yang baik antara ketiga pihak tersebut sehingga aplikasi ini dapat berjalan dengan optimal dalam mewujudkan sistem pembelajaran agama islam di SLB.

Baca juga  SHORT TRAINING KOMPETENSI PENCAMPUR PAKAN DAN FARM UNGGAS PETELUR

Nantinya pengguna aplikasi akan mendaftar terlebih dahulu sesuai dengan kategori yang sesuai. Tentunya aplikasi ini menyajikan berbagai fitur penting untuk membantu kegiatan pembelajaran. Aplikasi Mahir.id terdiri dari 4 fitur yaitu Mahir Al-Quran, Mahir Sejarah, Mahir Bahasa Arab, dan fitur konsultasi. Berikut merupakan penjelasan dari berbagai fitur tersebut:

1. Mahir Al-Quran

Fitur ini terdiri dari beberapa menu seperti materi baca Tulis Quran, hafalan surah pendek, latihan mandiri, dan games. Nantinya materi yang akan disampaikan melalui video pengantar. Kemudian siswa bisa belajar atau latihan secara mandiri. Lalu juga terdapat materi tentang pelafalan huruf hijaiyah yang akan melatih siswa untuk bisa membaca dan menulis Al-Quran dengan baik. Siswa dapat menekan ikon mikrofon untuk berlatih mengucapkan huruf hijaiyah, kemudian fitur ini otomatis mengeluarkan bunyi yang akan mengoreksi apakah pelafalan pengguna tersebut sudah benar atau belum.

Kemudian juga siswa dapat menghafal ayat surah pendek dalam bentuk animasi video sehingga memudahkan anak dalam menghafal ayat pendek Al- Quran. Selain itu juga pada fitur ini akan tersedia games di setiap akhir kegiatan pembelajaran agar siswa tidak merasa bosan dan jenuh dengan materi yang sedang dipelajarinya.

2. Mahir Sejarah

Fitur ini akan menyajikan berbagai video tentang kisah kenabian, perjuangan Rasulullah, dan cerita pada zaman kekhalifahan, sehingga anak bisa mengetahui bagaimana perkembangan peradaban islam terdahulu. Selain itu juga pada fitur ini terdapat games puzzle menyusun tokoh pahlawan atau ilmuan islam, serta tempat-tempat bersejarah umat islam yang bertujuan untuk melatih daya ingat dan kecepatan berpikir anak.

3. Mahir Bahasa Arab

Fitur ini akan membantu siswa dalam memahami bahasa Arab yang melibatkan teknologi AR dalam upaya meningkatkan pemahaman anak terhadap bahasa Arab. Pada fitur ini pengguna dapat mengarahkan kamera android pada benda yang dituju, seperti pintu, lemari, meja, dan hal lainnya yang berada di kehidupan nyata. Setelah beberapa detik, gambaran yang diarahkan tersebut akan terconnect dan tercapture, serta akan mengeluarkan penjelasan nama benda tersebut dalam bahasa Arab. Dengan adanya fitur ini diharapkan anak mudah mengingat bahasa Arab dari benda-benda yang ada di sekitarnya.

4. Konsultasi

Fitur konsultasi menjadi sarana komunikasi antara orang tua untuk menanyakan perkembangan anaknya selama menggunakan aplikasi Mahir.id. Orang tua dapat mengirimkan pesan melalui chat kepada guru sebagai fasilitator. Tentunya orang tua dapat bebas berkonsultasi atau bertanya apapun tentang anaknya, misalnya terkait perkembangan belajar selama di sekolah maupun hal-hal lainnya yang berhubungan dengan sang anak.

Dengan demikian diharapkan aplikasi Mahir.id dapat dijadikan sebagai inovasi pembelajaran agama islam yang berbasis Augmented Reality (AR) dalam meningkatkan pengetahuan anak berkebutuhan khusus, serta dalam rangka mewujudkan generasi cerdas dan bertaqwa. Selain itu penerapan aplikasi Mahir.id juga untuk membentuk karakter islami pada anak yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist sehingga dapat dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan.

 

Penulis : Muharrir Ammarul Ikram, Universitas Syiah Kuala

Share :

Baca Juga

OPINI

Memaksimalkan Peran Pemuda Madani di Era Pandemi Covid-19 Untuk Menyelamatkan Masa Depan Islam di Indonesia

NEWS

Silaturrahmi Ulama Seluruh Aceh Tahun 2021, Lahirkan Rekomendasi Peran Ulama Dalam Perbaikan Politik di Aceh

INSPIRASI

SHORT TRAINING KOMPETENSI PENCAMPUR PAKAN DAN FARM UNGGAS PETELUR

OPINI

Mematahkan Stereotip: Generasi Introvert Sulit Menghadapi Tantangan Baru (Introvert Lives Matter)

OPINI

Membentuk Personal Branding Pemuda Qurani Melalui Halal Lifestyle Sebagai Implementasi Dalam Mencetak Peradaban Mulia

NEWS

Anak Gugat Ibu Kandung, Nasir Djamil Sarankan Mediasi

OPINI

Pemuda dan Masa Depan Islam

OPINI

Pemberdayaan Pemuda Melalui Pengembangan Literasi dan Diskusi Guna Mencetak Generasi Unggul di Masa Depan