Home / OPINI

Sabtu, 25 Desember 2021 - 17:14 WIB

Pemberdayaan Pemuda Melalui Pengembangan Literasi dan Diskusi Guna Mencetak Generasi Unggul di Masa Depan

Indonesia merupakan negara yang menganut sistem demokrasi yaitu sistem yang di selenggarakan dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Namun mirisnya, praktik demokrasi di Indonesia menurun secara signifikan. Berdasarkan badan pusat statistik (BPS) yang dirilis oleh news.detik.com pada tahun 2020, The Economist Intelligence melansir bahwa indonesia berada pada peringkat 64 dan masuk kategori sebagai negara yang cacat demokrasi.

Tak hanya dalam demokrasi, indonesia juga termaksud sebagai negara yang rendah dalam bidang literasi sehingga penyebaran hoax sangatlah mudah terjadi hingga di berbagai dearah. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Program for International Student Assessment (PISA) yang di rilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2020, indonesia menduduki peringkat 62 dan termasuk 10 negara dengan literasi rendah.

Pasalnya, banyak pemuda-pemudi masa kini lebih senang berlama-lama diwarung kopi, bermain PUBG dan tidak mau melakukan pengembangan diri sehingga kurangnya partisipasi dalam mengatasi masalah yang terjadi. Rendahnya indeks literasi akan berdampak buruk terhadap pemahaman pelajar, pemuda dan masyarakat akan sebuah masalah yang terjadi sehingga kurangnya rasa empati dalam mengatasi masalah yang terjadi di negeri sendiri.

Rendahnya indek literasi dan demokrasi kerap mengundang banyak perpekstif yang berkonotasi negatif dikalangan pelajar, pemuda dan mahasiswa sehingga informasi yang di sebarluaskan bersifat provokasi dan saling menghujat baik kepada pemerintah, tokoh publik dan lainnya. Disisi lain, rendahnya indeks lietrasi dan demokrasi dapat menyebabkan penyebaran hoax sangat mudah terjadi seolah-olah semua orang boleh beropini walaupun bersifat negatif dan provokatif.

Berdasarakan badan pusat statistik (BPS) yang dirilis oleh aptika.kominfo.go.id pada tahun 2021, hoaks terus meningkat sebanyak 1.733kasus. Kondisi ini diperkirakan akan terus meningkat jika budaya literasi, diskusi dan budaya untuk menyaring informasi tidak diterapkan pada masyarakat. Selain itu, terjadi karena kemudahan akses internet bagi siapapun serta kebiasaan pola hidup instan yang telah mendarah daging menjadi salah satu penyebab informasi khususnya berita-berita terkini begitu mudah tersebar. Kondisi ini tentunya memerlukan adanya perubahan agar persebaran berita hoaks di masyarakat khususnya pelajar dan mahasiswa dapat diminimalisir melalui sinergitas pemuda dengan komunitas literasi, kader yang tersebar di berbagai daerah nusantara sangat berpotensi dalam mengatasi masalah ini.

Melalui Pemuda, komunitas literasi dan pemuda, dapat menghasilkan sebuah sebuah forum diskusi berbasis literasi media dan diskusi yang diupayakan sebagai peminimalisir bahaya penyebaran berita hoaks pada pelajar, mahasiswa dan masyarakat yang ada diseluruh daerah di indonesia. Melalui forum diskusi berbasis literasi media dan diskusi pemuda dapat menciptakan bibit-bibit pelajar, mahasiswa dan pemuda yang kritis, objektif, dan memiliki kesadaran teologis sehingga mampu memberikan peran dan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Baca juga  Ikatan Pilot Meminta Pemerintah Mengubah Syarat Naik Pesawat Cukup Rapid Test

Kondisi Kekinian Pencetus Gagasan Dapat Diperbaiki

Gagasan ini merupakan sebuah forum diskusi pintar berbasis literasi media yang diupayakan sebagai peminimalisir bahaya penyebaran hoaks dan peningkatan literasi bagi pelajar, mahaiswa dan pemuda di berbagai daerah indoensia . Dalam forum ini memaksimalkan peran kader Golkal dan komunitas literasi sebagai agent of change serta social control guna memberikan pencerahan atas keresahan masyarakat akibat maraknya berita hoaks yang beredar dan rendah indeks literasi di indonesia.

Adanya kerjasama yang baik antaa pemuda dan komunitas literasi, maka iplementasi gagasan ini diupayakan sebagai program yang berkelanjutan sehingga segala bentuk hasil diskusi akademisi benar-benar dapat menciptakan lingkungan pelajar dan mahasiswa yang memiliki kesadaran teologis. Tentunya secara terus- menerus program ini juga diharapkan mampu mengubah karakter pelajar dan mahasiswa yang berwawasan intelektual serta berpegang pada prinsip islam sebagai dasar acuan dalam menjalankan segala bentuk kegiatan.

Pihak-Pihak Yang Membantu Mengimplementasikan Gagasan
a. Pemuda Islam dan komunitas literasi
Pemuda Islam dan komunitas literasi menjadi subjek utama dalam mengimplementasikan gagasan ini, forum diskusi yang diusulkan melibatkan aktivis tokoh publik terbaik dari berbagai kalangan, dan komunitas literasi dalam melakukan pengkajian isu-isu yang sedang beredar dengan melibatkan para pakar dan akademisi untuk menghasilkan sebuah solusi atas isu tersebut. hasil dari diskusi yang telah dilakukan akan di ekspos melalui akun media sosial milik forum ini yang di pelopori dan support oleh pemuda sebagai bentuk publikasi terhadap masyarakat general.

b. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)
Peran Kemenkominfo dalam merealisasikan gagasan ini dapat diwujudkan dalam bentuk kerjasama serta pemantauan akan berjalannya forum ini sehingga secara resmi mendapatkan pengakuan dari masyarakat dan hasil kajian diskusi dapat dijadikan rujukan atas kebenaran suatu isu.

Langkah-Langkah Strategis Yang Dilakukan Untuk Mengimplementasikan Gagasan
Dalam mengimplementasikan gagasan ini prinsip yang digunakan adalah “Dari mahasiswa untuk masyarakat”, maksudnya hasil dari diskusi forum inin nantinya dipublikasikan ke mahasiswa dan masyarakat umum melalui sosial media khususnya mengoptimalkan media dan digital, sehingga hasil diskusi tersebut dapat diolah dalam bentu konten-konten menarik di media Instagram namun bersifat akurat dan terpercaya.

Adapun langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan dalam mengimplementasikan gagasan ini adalah (1) Sosialisasi, hal ini dilakukan sebagai bentuk pendekatan terhadap mahasiswa secara umum akan pentingnya literasi media sehingga kesadaran akan berliterasi mulai terbentuk di lingkungan mahasiswa terlebih dahulu dan merambah ke masyarakat. (2) optimalisasi peran kader partai Golkal dan komunuitas literasi sebagai sosok leader yang yang sudah semestinya memilki kesadaran teologis, kritis, dan objektif dalam menanggapi suatu isu apapun.(3) optimalisasi peran Rohis kampus sebagai kader-kader generasi cendekiawan yang memiliki keseimbangan antara intelektual dankarakter moral. (4) Melakukan pendekatan serta kerjasama dengan para pakar- pakar serta pihak pemerintah (Kemenkominfo) sebagai bentuk legalitas dari forum serta sebagai narasumber diskusi mengenai isu-isu yang selalu berkembang di masyarakat. (5) Mempublikasikan hasil diskusi melalui media sosial. (6) Evaluasi, monitoring dan pembelajaran, kesulitan dalam menjaga konsistensi serta eksistensi dari program ini dapat dijadikan pembelajaran untuk keberlanjutan program kedepannya.

Baca juga  KAMMI Aceh Minta Presiden Evaluasi Kinerja Menag Yaqut.

Pembentukan forum diskusi yang mengkaji kebenaran berita terkini, untuk melalukan pemetaan berita sesuai kebenaran data dan literasi yang ada. Dengan adanya gagasan ini menjadi sebuah forum yang berfungsi sebagai tempat diskusi berbasis literasi media berfokus pada penggunaan media bagi pembangunan dan demokrasi yang lebih baik (UNESCO, 2013). Demokrasi dalam kasus ini diartikan bahwa setiap anggota forum diskusi berhak mengutarakan fakta-fakta terkait berita dari sudut pandang masing-masing. Setelah mendapat titik terang mengenai informasi terkait sebuah berita, maka akan dilakukan literasi media dengan mempublikasikan hasil diskusi melalui sosial media yang dapat diakses masyarakat umum dengan disertai penjabaran fakta terkait.

Dengan adanya gagasan ini yang di inisiasiskan pemuda akan Mengurangi potensi perpecahan di kalangan pemuda dan mahasiswa serta memberikan wawasan kepada masyarakat luas melalui publikasi hasil diskusi. Selain itu, Menciptakan budaya tabayyun untuk meningkatkan kualitas berpikir pemuda dan mahasiswa sebagai social control, serta menambah kapasitas diri mahasiswa dan pemuda dengan terbiasa mengkaji ulang berita sebelum meneruskan kepada orang lain.

Untuk mengoptimalkan ide ini, peran organisasi kepemudaan, komunitas literasi, akademisi, pemerintah daerah, pusat, keluarga, dan seluruh masyarakat sangat penting. Diperlukannya dukungan dari berbagai pihak agar penerapan gagasan ini dalam meningkatkan indeks literasi dan kualitas demokrasi Indonesia dapat berjalan secara optimal. Jika gagasan ini dapat di iplementasikan oleh seluruh pelajar, mahasiswa, pemuda dan seluruh masyarakat di Indonesia maka melahirkan generasi unggul dalam memajukan peradaban di Indonesia di masa depan.

Penulis: Ari Zonanda, Universitas Syiah Kuala, Email : arizonaacsela@gmail.com

Share :

Baca Juga

OPINI

Memaksimalkan Peran Pemuda Madani di Era Pandemi Covid-19 Untuk Menyelamatkan Masa Depan Islam di Indonesia

OPINI

Membentuk Personal Branding Pemuda Qurani Melalui Halal Lifestyle Sebagai Implementasi Dalam Mencetak Peradaban Mulia

OPINI

Mematahkan Stereotip: Generasi Introvert Sulit Menghadapi Tantangan Baru (Introvert Lives Matter)

NEWS

Anak Gugat Ibu Kandung, Nasir Djamil Sarankan Mediasi

OPINI

Pemuda dan Masa Depan Islam

OPINI

Negeri Tanpa Pemuda “Ilmu itu ada dimana-mana tersebar, kalau kita bersedia membaca, dan bersedia mendengar.” -Felix Siauw

INSPIRASI

SHORT TRAINING KOMPETENSI PENCAMPUR PAKAN DAN FARM UNGGAS PETELUR

OPINI

Peran Pemuda Dalam Mencetak Peradaban